Organisme Air dan Peranannya sebagai Bioindikator

Kemajuan peradaban memberikan kesan buruk bagi lingkungan, tak terkecuali lingkungan perairan. Perairan yang tercemar memberikan dampak negatif bagi perikehidupan seluruh makhluk hidup. Maka, diperlukan suatu aspek penting untuk memantau kualitas perairan, salah satunya dengan memanfaatkan organisme perairan yang berperan sebagai bioindikator.

Praktikum "Organisme Air dan Peranannya sebagai Bioindikator" saya lakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak terlalu sulit didapati serta memiliki harga yang ekonomis. Bahan-bahan yang diperlukan untuk menunjang praktikum antara lain:

  1. Media akuarium berupa toples;
  2. Pasir malang;
  3. Tumbuhan air berjenis hydrilla dan cabomba;
  4. Ikan air tawar dari spesies platy
Pembuatan ekosistem akuarium ini tergolong mudah, karena dapat dilakukan sendiri dan tidak menyita banyak waktu. Untuk langkah pembuatannya kurang lebih seperti berikut:
  1. Memasukkan sedikit pasir ke dalam media akuarium;
  2. Meletakkan tanaman ke dalamnya;
  3. Tambahkan kembali sedikit pasir hingga menutupi pot tumbuhan;
  4. Isi media akuarium dengan air, lalu masukkan ikan ke dalamnya.
Sangat mudah bukan? berikut hasil pembuatan ekosistem akuarium yang saya lakukan:


Untuk pemeliharaan juga sangat mudah, seperti menguras akuarium 3 hari sekali, memberikan pakan berupa pelet 2 kali sehari, serta penjarangan tanaman agar tidak terlalu memenuhi akuarium. Dengan pemeliharaan tersebut, ekosistem yang terdapat di dalamnya dapat terjaga dan organisme yang hidup di dalamnya selalu dalam kondisi baik.


Selama 2 pekan pengamatan, dapat dilihat pada grafik di atas bahwa tidak ada pertumbuhan panjang pada ikan platy (stagnan). Hal ini dikarenakan ikan platy telah mencapai tahap dewasa sehingga tidak ada pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi.


Di dalam ekosistem akuarim juga terjadi siklus nitrogen. Siklus nitrogen yang terjadi berawal dari senyawa ammonium (NH4+) dan ammonia (NH3) yang terkandung dalam sisa makanan dan kotoran ikan. senyawa tersebut kemudian diuraikan oleh bakteri Nitrosomonas menjadi senyawa nitrit (NO2-) yang kemudia diuraikan kembali menjadi senyawa nitrat (NO3-) oleh bakteri Nitrobacter. Senyawa nitrat tersebut kini dapat diserap oleh tanaman yang selanjutnya direduksi dan dilepaskan kembali dalam bentuk nitrogen.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai praktikum "Organisme Air dan Peranannya sebagai Bioindikator". Terima kasih.










Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.