Pembuatan Kompos
Dalam pemenuhan kebutuhan hara tanaman, kompos dapat menjadi salah satu alternatif selain pupuk kimia. Manfaat kompos jika ditinjau dari aspek ekonomi yakni dapat menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah, mengurangi volume limbah, dan memiliki niali jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya.
Untuk membuat kompos sendiri, kita memerlukan beberapa alat dan bahan yang harus disiapkan seperti bahan organik. Untuk lebih detailnya, alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
- Serasah daun
- Rumput liar
- Cacing tanah
- Tanah
- Air
- Box
Serasah dan rumput liar disiapkan dengan perbandingan 1:1. Cacing diperlukan karena pembuatan kompos dilakukan dengan metode vermikomposting, sehingga makin banyak cacing yang ditambahkan akan mempercepat pengomposan. Tanah dan air diberikan secukupnya dan dapat ditambahkan saat pengamatan. Kompos dibuat dan disimpan di dalam box dengan bagian tutup yang telah dilubangi. Pengomposan dapat dilakukan hingga kompos matang yang ditandai dengan tidak adanya bau busuk serta tekstur kompos yang meremah dan tidak menggumpal seperti tanah.
Berikut hasil jadi dari kompos yang telah saya buat :
Jika diamati lebih dekat, kompos yang saya buat masih belum matang. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan tidak dicacah menjadi sangat kecil sehingga menghambat dekomposisi oleh cacing dan mikroba. Oleh karena itu, bahan baku perlu dicacah menjadi kecil saat pembuatan kompos.
Untuk mengetahui efektivitas dari kompos yang saya buat, saya mencoba mengaplikasikannya pada tanaman kangkung. Hasil pengaplikasian dapat dibaca di sini.
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai pembuatan kompos. Terima kasih.

Tidak ada komentar: